Jumat, 14 Oktober 2011

Al-Baqarah [ayat 26-30]

AL-BAQARAH [SAPI BETINA]
SURAT KE 2 : 286 ayat


26. Inna Allaaha laa yastahyii an yadlriba matsalan maa ba’uudlotan famaa fauqohaa  faamma alladziina aamanuu faya’lamuuna annahu al haqqu min robbihim wa ammalladziina kafaruu fayaquuluuna maadzaa arooda allaahu bi haadzaa matsalan yudhillu bihii katsiiron wa yahdii bihii katsiiron wa maa yudhillu bihii illalfaasiqiina.
Sungguh Allah tidak malu untuk membuat perumpamaan suatu (berupa) nyamuk, maka apa yang diatasnya, maka adapun orang-orang yang mereka beriman, maka mereka mengetahui sungguh itu benar dari Tuhan mereka, dan adapun orang-orang yang mereka kafir, maka mereka berkata,”Apakah maksud Allah dengan perumpamaan ini, Dia sesatkan dengannya (orang) banyak, dan Dia tunjuki dengannya (orang) banyak”, dan Dia tidak menyesatkan dengannya kecuali (pada) orang-orang fasik.
…laa yastahyii…: Kita menghindari malu yang menyebabkan kesesatan atau tidak pada jalan kebenaran. Sebagaimana Allah membuat perumpamaan atas Maha Kuasa-Nya dengan penciptaan nyamuk. Misalnya, kita menghindari malu yang menyebabkan tidak mau berdakwah.
An yadlriba matsalan : 1. Kita berharap mendapat petunjuk dengan adanya perumpamaan. 2. Kita berdakwah dengan membuat perumpamaan-perumpamaan untuk memperjelas pesan yang disampaikan.
Ba’uudlotan : 1. Kita ingat nyamuk maka ingat Maha Kuasa Allah yang telah menciptakan nyamuk. Misalnya : nyamuk diciptakan dari jentik. 2. Kita lihat penciptaan apapun maka kita ingat Allah. Hal ini dikiyaskan dengan penciptaan nyamuk.
Famaa fauqohaa : Kita ingat Maha Kuasa Allah yang telah menciptakan jasad renik. Misalnya bakteri , sel, atom dan sebagainya.
…alladziina aamanuu : Kita berusaha menjadi orang yang beriman, karena orang yang beriman disukai oleh Allah dan dijamin masuk surga.
Fa ya’lamuuna : Kita berusaha menggunakan ilmu atas sesuatu. Sebab menggunakan ilmu berarti amal sholeh yang paling tinggi. Ilmu adalah yang mengagungkan Allah.
Annahu al haqqu : Kita berusaha melihat hakekat dibalik materi. Misalnya, kita melihat nyamuk pada hakekatnya melihat Maha Kuasa-Nya Allah dalam menciptakan nyamuk.
Min robbihim : Kita mengarahkan tujuan tafakkur untuk menyadari semua itu dari Allah atau atas kekuasaan Allah.
..alladziina kafaruu : Kita menghindari menjadi orang kafir, karena orang kafir dibenci Allah dan pasti masuk neraka.
Fayaquuluuna maadzaa ,…: Kita menghindari sifat orang kafir yang kata-katanya bernada menghinakan Allah. Seharusnya melihat ciptaan mengatakan subhaanallaah tetapi tiadk  demikian, malah mengabaikan.
Bihaadzaa matsalan : Kita menghindari sifat orang kafir yang menghinakan Maha Kuasa Allah dalam menciptakan sesuatu saat diperlihatkan perumpamaan.
Yudlillu bihii katsiiron : Kita hindari termasuk kebanyakan orang yang disesatkan Allah.
Wa yahdii ,..: Kita berusaha dan mohon kepada Allah termasuk golongan yang diberi petunjuk, dengan cara banyak ingat Maha Kuasa Allah dalam penciptaan.
…yudlillu..faasiqiina : 1. Kita yakin bahwa Allah menyesatkan karena kefasikan yang ada pada kita . 2. Kita menghindari termasuk golongan orang yang fasik yaitu orang yang disesatkan oleh Allah.
27. Al ladziina yanqudluuna ‘ahda alloohi min ba’di miitsaaqihii wa yaqtho’uuna maa amarolloohu bihii an yuushola wa yufsiduuna fi al ardli ulaa’ika humu al khoosiruuna.
Orang-orang yang mereka melanggar (pada) janji Allah dari sesudah peneguhannya, dan mereka memutus apa yang Allah memerintah dengannya untuk disambung, dan mereka merusakkan di bumi. Mereka itu, mereka, orang-orang yang rugi.
Alladziina yanqudluuna ‘ahda Allaahi : 1. Kita menghindari melanggar perjanjian Allah SWT dengan cara banyak iman dan amal Sholeh. 2. Kita banyak ingat dan berusaha menjalankan perjanjian kita pada Allah yaitu berjanji untuk selalu menghamba pada-Nya.
Min ba’di miitsaaqihii : Kita berusaha menepati janji, termasuk menepati janji kita pada Allah yaitu selalu menghamba.
Wa yaqtho’uunaa : Kita hindari menjadi orang yang memutus silaturrahmi.
Maa amaro Allaahu  : Kita utamakan melaksanakan apa yang diperintah Allah saja, tidak yang lain.
An yuushola : Kita berusaha untuk menyambung tali silaturrahmi pada keluarga, guru, kyai, dan sebagainya.
Wayufsiduuna fii al ardli : Kita hindari membikin kerusakan di bumi. Termasuk membikin kerusakan di bumi adalah mengumbar aurat dan sebagainya.
Ulaaika humu al khoosiruuna : 1. Kita yakin bahwa yang dimaksud “mereka itu” dalam ayat ini adalah termasuk kita. 2. Kita berusaha menghindari menjadi termasuk golongan “mereka”, yaitu orang-orang yang rugi, dengan cara berusaha menempati janji kita kepada Allah yaitu untuk selalu menghamba pada-Nya.
28. Kaifa takfuruuna billaahi wa kuntum amwaatan fa ahyaakum tsumma yumiitukum tsumma yuhyiikum tsumma  ilaihi turja’uuna.
Bagaimana kalian kafir dengan Allah, dan kalian adalah mati, maka Dia hidupkan kalian, lalu Dia matikan kalian, lalu Dia hidupkan kalian, lalu kepada-Nya kalian dikembalikan.
Kaifa takfuruuna bi Allahi : Kita menghindari kafir atau ingkar terhadap Allah. Termasuk ingkar pada Allah adalah ingkar pada hukum-hukum Allah, dan sebagainya.
Amwaatan fa’ahyaakum : 1. Kita banyak ingat dan sering membuktikan bahwa kita diciptakan oleh Allah dari benda mati. Misalnya : Nabi Adam dari tanah mati dan ibu Hawa dari tulang yang mati. 2. Kita sering mengingat kekuasaan Allah yang menghidupkan kita dari benda mati.
Tsumma yumiitukum : Kita ingat bahwa Allah Kuasa mematikan segala sesuatu. Sehingga kita menyiapkan kematian dengan cara banyak beramal sholeh selama hidup didunia.
Tsumma yuhyiikum : 1. Kita banyak ingat Allah Maha Kuasa menghidupkan kita di alam selama-lamanya. 2. Kita menyadari bahwa kehidupan yang sebenarnya adalah di alam selama-lamanya.
…ilaihi turja’uuna : Kita selalu ingat bahwa kita akan dikembalikan oleh Allah di alam selama-lamanya, sehingga kita memperbanyak amal kebaikan delama di dunia.
29.  Huwa al ladzii kholaqo lakum maa fi al ardli jamii’an tsumma istawaa ila as samaa’i fa sawwaahunna sab’a samaawaatin wa huwa bikulli syai’in ‘aliimun.
Dia Dzat yang menciptakan bagi kalian apa yang di bumi semua, kemudian Dia menghendaki kepada langit, maka Dia menyempurnakan tujuh langit, dan Dia terhadap tiap sesuatu Maha Mengetahui.
…kholaqo…: Kita banyak ingat bahwa Daa Allah yang Maha Menciptakan termasuk bumi.
Lakum maa fi al ardli jamii’an : 1. Kita sadari bahwa bumi dan isinya diciptakan Allah untuk manusia, sehingga kita banyak syukur pada Allah atas penciptaan bumi dan isinya. 2. Kita lihat bumi, ingat Allah yang menciptakan.
…ilaa as samaa’I fasawwaahunna : Kita lihat langit, ingat Allah yang menyempurnakan menjadi tujuh langit.
Sab’a samaawaatin : Kita meyakini bahwa langit ada tujuh, dan yang berupa materi adalah langit dunia. Tetapi, kita serahkan pemahaman tujuh langit itu pada Allah, Nabi atau Ulama’.
…aliimun : 1. Kita menyadari bahwa Allah mengetahui perbuatan dan hati kita, sehingga kita gunakan hati kita untuk selalu mengagungkan Allah SWT. 2. Kita berbuat kebaikan hanya ingin diketahui oleh Allah saja, bukan yang lain.
30. Wa idz qoola rabbuka lilmalaaikati innii jaa’ilun fi al ardli kholiifatan qooluu ataj’alu fiihaa man yufsidu fiihaa wayasfiku ad adimaa’ wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqoddisulaka qoola innii a’alamu maa laa ta’lamuuna.
Dan ketika Tuhanmu berfirman bagi para malaikat, ”Sungguh aku Dzat yang menjadikan di bumi kholifah”, mereka berkata. “Apakah Kau jadikan orang yang merusakkan di dalamnya, dan menumpahkan darah, dan kami, kami bertasbih dengan puji-Mu dan kami sucikan bagi-Mu. Dia berfirman, ”Sungguh Aku, Aku lebih tahu apa yang kalian tidak tahu”.
Wa 'idz : Kita ingat cerita-cerita dalam al Qur’an untuk diambil pelajaran.
Qooluu : Kita mengadakan dialog dalam bermusyawarah, sebagaimana Allah berdialog dengan malaikat ketika mau menciptakan kholifah di bumi.
Robbuka : 1. Meskipun kita jadi pemimpin, kita tetap berdialog dengan bawahan. Sebab, Tuhan yang menciptakan malaikat berdialog dengan  malaikat ciptaan-Nya. 2. Kita yakini bahwa ini benar-benar firman Allah.
Lilmalaaikati : Yang mempunyai keterkaitan dengan sesuatu, maka kita ajak dialog atau musyawarah urusan sesutu itu, sebagaimana malaikat diajak dialog tentang penciptaan manusia di bumi. Karena malaikat pernah dijadikan pengaman penghuni bumi yaitu banuljan (anak cucu jin)
Innii jaa’ilun : Kita komunikasikan rencana kita walaupun sudah pasti dan tidak bisa dihalangi. Sebagaimana Allah yang pasti akan menjadikan khalifah di bumi, tetap mengkomunikasikan pada para malaikat, meskipun andai saja malaikat tidak setuju, maka Dzat yang menjadikan sudah pasti menjadikan.
Fii al ardli : 1. Karena di bumi kita diciptakan Allah, maka kita hindari merasa takut kekurangan urusan dunia. Sebab Allah sudah menyesuaikan bumi untuk kebutuhan  manusia dari segi udara, tanaman, air, dan sebagainya. 2. Kita sadari selama di bumi saja kita menjadi pemimpin.
Kholiifatan : Kita sadari bahwa Allah menciptakan manusia di bumi sebagai kholifah atau pemimpin. Oleh karena itu, kita melaksanakan kehendak Allah atau sifat Allah di bumi, antara lain : sifat selalu mengasihi atau sangat mengasihi. Misalnya : suka memberi makan, dan sebagainya.
Qooluu : Kita sampaikan pendapat disertai bukti.
A taj’aluu.. :  Kita mengajar dengan materi yang sudah diketahui murid saja, sebagaimana malaikat yang berdialog dengan Allah tentang sesuatu yang sudah diketahui malaikat.
Man yufsidu …: 1. Kita hindari menjadi perusak dan menghindari perbuatan yang mengakibatkan terjadi kerusakan sekecil apapun di bumi, sebagaimana yang dikhawatirkan para malaikat. 2. Kita waspada terhadap perbuatan yang mengakibatkan kerusakan. Misalnya : mencoret-coret meja, dan sebagainya.
Wa yasfiku addimaa’a : 1. Kita waspada terhadap perbuatan yang mengakibatkan terjadi penumpahan darah sekecil apapun. Misalnya: menggunjing,berprasangka buruk, menyakiti, dan sebagainya.
…nusabbihu..: 1. Kita mencontoh malaikat yang sopan dalam menyampaikan pendapat yaitu diakhiri dengan mengagungkan Allah. 2. Kita mencontoh malaikat yang selalu bertasbih dalam keadaan apapun. 3. Kita yakini bahwa pujian hanya milik Allah. 4. Kita selalu memuji Allah dalam keadaan apapun.
Wa nuqoddisu laka : 1. Kita bicara dengan menggunakan akhlak sebagaimana malaikat berbahasa memulyakan saat menyampaikan pendapat. 2. Kita selalu berusaha mensucikan Allah dalam keadaan apapun. 3. Kita sucikan hati kita dengan ingat Allah. 4. Kita hanya berorientasi pada Allah saja. Sehingga kita tidak peduli dicela atau  dipuji oleh manusia. 5. Kita limpahkan sanjungan hanya pada Allah.
Qooluu : Kita merespon usulan sebagaimana Allah merespon usulan malaikat.
Innii a’lamu : Kita serahkan keputusan pada ahli ilmu, bukan pada banyaknya orang, sebagaimana malaikat yang jumlahnya banyak tapi tidak bisa memutuskan perkara.
Laa ta’lamuuna : 1. Kita menyadari bahwa sangat banyak yang tidak kita ketahui. 2. Kita nyatakan tidak mengerti apa-apa di hadapan Allah. 3. Kita merasa bodoh dihadapan Allah, sehingga kita selalu memohon petunjuk pada Allah . 4. Kita menolak usulan disertai alasan.

Selasa, 04 Oktober 2011

Al - Baqarah [ayat 22-25]


AL-BAQARAH [SAPI BETINA]
SURAT KE 2 : 286 ayat

22.   Al ladzii ja’ala lakum al ardlo firoosyan wa as samaa’a binaa’an wa anzala mina as samaa’I maa’an fa akhroja bihii mina as tsamarooti rizqon lakum fa laa taj’aluu lillaahi andaadan wa antum ta’lamuuna.
Dzat yang menjadikan bagi kalian bumi (sebagai) hamparan dan langit (sebagai) atap, dan Dia menurunkan dari langit air, maka Dia mengeluarkan dengannya (air) dari buah-buahan (sebagai) rizqi bagi kalian. Maka jangan kalian jadikan bagi Allah tandingan-tandingan, dan kalian, kalian mengetahui.

Alladzii ja’ala …1. Kita lihat bumi, maka ingat Allah SWT yang menjadikan. 2. Kita banyak bersyukur pada Allah atas penciptaan bumi, karena bumi diciptakan untuk kebutuhan manusia bukan untuk Allah. 3. Kita ingat Maha sayang-Nya Allah yang telah menjadikan bumi menjadi hamparan,meskipun sebenarnya bulat.
Wa as-samaa’a binaa’an : 1. Kita lihat langit, maka ingat Allah yang menjadikan. 2. Kita banyak ingat Maha Sayang-Nya Allah yang telah menciptakan langit sebagai atap, sehingga dimanapun kita berada pasti masih dibawah langit.
Wa anzala mina as-samaa’I maa’an : Kita melihat hujan, maka ingat Allah yang telah menurunkan. Kita banyak mentafakkuri tentang kejadian hujan.
Fa’akhroja bihii mina ats-tsamarooti : Kita banyak ingat Maha sayang-nya Allah yang telah mengeluarkan buah-buahan sebagai rizki untuk kita.
Falaa taj’aluu lillaahi : Kita mengutamakan urusan dengan Allah SWT, yaitu selalu mengagungkan-Nya.
Andaadan : Kita menghindari menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah. Contoh menganggap yang membuat kuat puasa adalah nasi, yang menyembuhkan sakit adalah obat, dan sebagainya.
…ta’lamuuna : Kita menghindari melanggar aturan Allah, padahal kita mengetahui.
23.   Wa in kuntum fii roibin min maa nazzalnaa ‘alaa ‘abdinaa fa’tuu bisuurotin min mitslihii wad’uu syuhadaa’akum min duu nillaahi in kuntum shoodiqiina.
Dan jika kalian adalah dalam keraguan, dari apa yang Kami turunkan atas hamba Kami, maka datangkanlah kalian (satu) surat dari sepertinya, dan ajaklah kalian (pada) penolong-penolong kalian dari selain Allah, jika kalian adalah orang-orang yang benar.

…fii roibin : Kita menghindari ragu terhadap Al Qur’an. Tapi langsung iman pada Al Qur’an sehingga kita pakai pedoman hidup.
Mimmaa nazzalnaa : Kita meyakini bahwa Allah yang menurunkan al Qur’an, bukan buatan Nabi Muhammad.
‘alaa ‘abdinaa : 1. Kita meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah hamba Allah yang tidak mungkin berkhianat untuk mengganti al Qur’an. 2. Kita mencontoh Nabi Muhammad SAW untuk menjadi hamba Allah.
Fa’tuu : Kita berbicara menghadapi orang kafir dengan minta bukti, meskipun hanya minta satu surat.
Bisuurotin min mitslihii : Kita yakin tidak ada yang bisa membuat al Qur’an, meskipun satu surat saja. Sebab satu surat atau satu ayat dijelaskan oleh surat atau ayat lainnya.  Bagaikan jika seorang bisa membuat telinga berarti bisa membuat jantung, syaraf, dan sebagainya.
…syuhadaa’akum min duuni Allaahi : Kita yakin bahwa al Qur’an tidak bisa dibikin oleh selain Allah, meskipun oleh banyak orang, karena semakin banyak orang yang berusaha semakin banyak perbedaan dan pasti tidak jadi.
..shodiqiina : 1. Kita berusaha menjadi orang-orang yang benar dan membenarkan al Qur’an. 2. Kita meyakini bahwa orang-orang yang tidak membenarkan al Qur’an adalah orang-orang yang tidak benar sehingga kita abaikan.
24.   Fain lam taf’aluu wa lan taf’aluu fattaqunnaaro al latii waquuduha an naasu wa al hijaaroti u’iddatt lilkaafiriina.
Maka jika kalian tidak (bisa) membuat dan kalian tidak bakal (bisa) membuat, maka takutlah kalian pada neraka, yang bahan bakarnya manusia dan batu, disediakan bagi orang-orang kafir.

Fain lam taf’aluu …: Kit tidak perlu membuat al Qur’an tapi langsung menyadari bahwa al Qur’an benar-benar dari Allah yang  pasti benarnya, sehingga kita pakai sebagai pedoman hidup.
Fattaquu an naaro : Kita memperbanyak takut pada  neraka. Siapa yang detik-detiknya dipakai takut neraka, maka akan dibimbing oleh Allah dan hidupnya akan tenang.
…waquuduhaa an-naasu wa al hijaaroti : 1. Kita takut ancaman Allah berupa neraka yaitu yang bahan bakarnya dari manusia dan batu. 2. Kita takut ancaman Allah menjadi bahan bakar neraka.
U’iddat lilkaafiriina :  Kita takut ancaman Allah pada orang kafir yaitu disediakan neraka atas mereka.
25.   Wa basysyiri al ladziina aamanuu wa’amilu as shoolihaati anna lahum jannaatin tajrii min tahtihaa al anhaaru, kullamaa ruziquu minhaa min tsamarotin rizqon qooluu haadza al ladzii ruziqnaa min qoblu wa ‘utuu bihii mutasyaabihan wa lahum fiihaa azwaajun muthohharotun wa hum fiihaa khooliduuna.
Dan gembirakan orang-orang yang mereka beriman dan mereka berbuat kebaikan-kebaikan, sungguh bagi mereka surga-surga mengalir dari bawahnya sungai-sungai, tiap apa yang mereka diberi rizki darinya, dari buah-buahan (sebagai) rizki, mereka berkata, “Ini yang kami diberi rizki dari (pada) sebelumnya, dan mereka diberi dengannya yang serupa”. Dan bagi mereka di dalamnya pasangan-pasangan yang disucikan, dan mereka di dalamnya orang-orang yang kekal.

Wa basysyiri :  1. Kita membikin gembira dengan adanya surga kepada orang lain agar beriman dan beramal sholeh. 2. Kita lanjutkan dakwah Nabi yaitu memberi kabar gembira adanya surga bagi yang iman dan beramal sholeh.
Alladziina aamanuu :  Kita utamakan hidup didunia hanya untuk iman dan amal sholeh dengan cara memanfaatkan hati untuk iman yaitu syukur, sabar, dan tawakkal, sedangkan raga dan harta untuk beramal sholeh.
…jannaatin : 1. Kita meyakini bahwa surga disediakan Allah hanya untuk orang beriman dan beramal sholeh. 2. Kita raih akhirat yang penuh kenikmatan yaitu surga dengan iman dan amal sholeh selama di dunia. 3. Kita memotivasi orang agar beriman dan beramal sholeh dengan adanya surga.
Tajrii min tahtihaa al anhaaru : Kita berusaha memperoleh surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai dengan cara mengalirkan air untuk wudlu selama di dunia, dan sebagainya.
Kullamaa ruziquu minha min tsamarootin…: Kita banyak mengingat tentang cerita-cerita keadaan surga yang penuh kenikmatan dengan diberi rizki berupa buah-buahan dengan cara beriman dan beramal sholeh selama di dunia.
Qooluu haadza : Kita memperbanyak ingat kegembiraan-kegembiraan ahli surga yang mengatakan,”Rezeki inilah yang kami pernah diberi sebelumnya”.
…mutasyaabbihan : 1. Kita selalu ingat bahwa di surga ada buah-buahan yang bermacam-macam. Sehingga kita banyak menahan keinginan-keinginan terhadap buah-buahan dan tidak kecewa apabila tumbuh-tumbuhan tidak berbuah atau buah-buahan kebun kita dicuri  orang. 2. Kita beramal sholeh di dunia maka akan dibalas dengan yang serupa yaitu surga. Misalnya : Kita memberi buah kepada seseorang di dunia, maka akan dibalas di surga.
…azwaajun : Kita taat pada hukum Allah dengan cara menahan asmara, berzina maupun mendekati zina, misalnya : sms-an dan sebagainya, sebab sudah ada kabar gembira bahwa di surga ada pasangan-pasangan hidup yang tiada tara. Untuk yang perempuan tidak perlu protes, karena bisa saja seseorang meminta menjadi laki-laki, dan di surga tidak ada hukum lagi karena boleh berzina dengan siapapun.
Muthohharatun : 1. Kita selalu ingat bahwa di surga adalah kenikmatan yang dikhususkan bagi perorangan atau disucikan dari orang lain. 2. Kita mencari kenikmatan surga dengan meninggalkan maksiat.
..khooliduuna : Kita yakin bahwa surga adalah alam kekal dan penuh kenikmatan bagi orang yang beriman dan beramal sholeh.