AL-BAQARAH [SAPI BETINA]
SURAT KE 2 : 286 ayat
22. Al ladzii ja’ala lakum al ardlo firoosyan wa as samaa’a binaa’an wa anzala mina as samaa’I maa’an fa akhroja bihii mina as tsamarooti rizqon lakum fa laa taj’aluu lillaahi andaadan wa antum ta’lamuuna.
Dzat yang menjadikan bagi kalian bumi (sebagai) hamparan dan langit (sebagai) atap, dan Dia menurunkan dari langit air, maka Dia mengeluarkan dengannya (air) dari buah-buahan (sebagai) rizqi bagi kalian. Maka jangan kalian jadikan bagi Allah tandingan-tandingan, dan kalian, kalian mengetahui.
Alladzii ja’ala …1. Kita lihat bumi, maka ingat Allah SWT yang menjadikan. 2. Kita banyak bersyukur pada Allah atas penciptaan bumi, karena bumi diciptakan untuk kebutuhan manusia bukan untuk Allah. 3. Kita ingat Maha sayang-Nya Allah yang telah menjadikan bumi menjadi hamparan,meskipun sebenarnya bulat.
Wa as-samaa’a binaa’an : 1. Kita lihat langit, maka ingat Allah yang menjadikan. 2. Kita banyak ingat Maha Sayang-Nya Allah yang telah menciptakan langit sebagai atap, sehingga dimanapun kita berada pasti masih dibawah langit.
Wa anzala mina as-samaa’I maa’an : Kita melihat hujan, maka ingat Allah yang telah menurunkan. Kita banyak mentafakkuri tentang kejadian hujan.
Fa’akhroja bihii mina ats-tsamarooti : Kita banyak ingat Maha sayang-nya Allah yang telah mengeluarkan buah-buahan sebagai rizki untuk kita.
Falaa taj’aluu lillaahi : Kita mengutamakan urusan dengan Allah SWT, yaitu selalu mengagungkan-Nya.
Andaadan : Kita menghindari menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah. Contoh menganggap yang membuat kuat puasa adalah nasi, yang menyembuhkan sakit adalah obat, dan sebagainya.
…ta’lamuuna : Kita menghindari melanggar aturan Allah, padahal kita mengetahui.
23. Wa in kuntum fii roibin min maa nazzalnaa ‘alaa ‘abdinaa fa’tuu bisuurotin min mitslihii wad’uu syuhadaa’akum min duu nillaahi in kuntum shoodiqiina.
Dan jika kalian adalah dalam keraguan, dari apa yang Kami turunkan atas hamba Kami, maka datangkanlah kalian (satu) surat dari sepertinya, dan ajaklah kalian (pada) penolong-penolong kalian dari selain Allah, jika kalian adalah orang-orang yang benar.
…fii roibin : Kita menghindari ragu terhadap Al Qur’an. Tapi langsung iman pada Al Qur’an sehingga kita pakai pedoman hidup.
Mimmaa nazzalnaa : Kita meyakini bahwa Allah yang menurunkan al Qur’an, bukan buatan Nabi Muhammad.
‘alaa ‘abdinaa : 1. Kita meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah hamba Allah yang tidak mungkin berkhianat untuk mengganti al Qur’an. 2. Kita mencontoh Nabi Muhammad SAW untuk menjadi hamba Allah.
Fa’tuu : Kita berbicara menghadapi orang kafir dengan minta bukti, meskipun hanya minta satu surat.
Bisuurotin min mitslihii : Kita yakin tidak ada yang bisa membuat al Qur’an, meskipun satu surat saja. Sebab satu surat atau satu ayat dijelaskan oleh surat atau ayat lainnya. Bagaikan jika seorang bisa membuat telinga berarti bisa membuat jantung, syaraf, dan sebagainya.
…syuhadaa’akum min duuni Allaahi : Kita yakin bahwa al Qur’an tidak bisa dibikin oleh selain Allah, meskipun oleh banyak orang, karena semakin banyak orang yang berusaha semakin banyak perbedaan dan pasti tidak jadi.
..shodiqiina : 1. Kita berusaha menjadi orang-orang yang benar dan membenarkan al Qur’an. 2. Kita meyakini bahwa orang-orang yang tidak membenarkan al Qur’an adalah orang-orang yang tidak benar sehingga kita abaikan.
24. Fain lam taf’aluu wa lan taf’aluu fattaqunnaaro al latii waquuduha an naasu wa al hijaaroti u’iddatt lilkaafiriina.
Maka jika kalian tidak (bisa) membuat dan kalian tidak bakal (bisa) membuat, maka takutlah kalian pada neraka, yang bahan bakarnya manusia dan batu, disediakan bagi orang-orang kafir.
Fain lam taf’aluu …: Kit tidak perlu membuat al Qur’an tapi langsung menyadari bahwa al Qur’an benar-benar dari Allah yang pasti benarnya, sehingga kita pakai sebagai pedoman hidup.
Fattaquu an naaro : Kita memperbanyak takut pada neraka. Siapa yang detik-detiknya dipakai takut neraka, maka akan dibimbing oleh Allah dan hidupnya akan tenang.
…waquuduhaa an-naasu wa al hijaaroti : 1. Kita takut ancaman Allah berupa neraka yaitu yang bahan bakarnya dari manusia dan batu. 2. Kita takut ancaman Allah menjadi bahan bakar neraka.
U’iddat lilkaafiriina : Kita takut ancaman Allah pada orang kafir yaitu disediakan neraka atas mereka.
25. Wa basysyiri al ladziina aamanuu wa’amilu as shoolihaati anna lahum jannaatin tajrii min tahtihaa al anhaaru, kullamaa ruziquu minhaa min tsamarotin rizqon qooluu haadza al ladzii ruziqnaa min qoblu wa ‘utuu bihii mutasyaabihan wa lahum fiihaa azwaajun muthohharotun wa hum fiihaa khooliduuna.
Dan gembirakan orang-orang yang mereka beriman dan mereka berbuat kebaikan-kebaikan, sungguh bagi mereka surga-surga mengalir dari bawahnya sungai-sungai, tiap apa yang mereka diberi rizki darinya, dari buah-buahan (sebagai) rizki, mereka berkata, “Ini yang kami diberi rizki dari (pada) sebelumnya, dan mereka diberi dengannya yang serupa”. Dan bagi mereka di dalamnya pasangan-pasangan yang disucikan, dan mereka di dalamnya orang-orang yang kekal.
Wa basysyiri : 1. Kita membikin gembira dengan adanya surga kepada orang lain agar beriman dan beramal sholeh. 2. Kita lanjutkan dakwah Nabi yaitu memberi kabar gembira adanya surga bagi yang iman dan beramal sholeh.
Alladziina aamanuu : Kita utamakan hidup didunia hanya untuk iman dan amal sholeh dengan cara memanfaatkan hati untuk iman yaitu syukur, sabar, dan tawakkal, sedangkan raga dan harta untuk beramal sholeh.
…jannaatin : 1. Kita meyakini bahwa surga disediakan Allah hanya untuk orang beriman dan beramal sholeh. 2. Kita raih akhirat yang penuh kenikmatan yaitu surga dengan iman dan amal sholeh selama di dunia. 3. Kita memotivasi orang agar beriman dan beramal sholeh dengan adanya surga.
Tajrii min tahtihaa al anhaaru : Kita berusaha memperoleh surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai dengan cara mengalirkan air untuk wudlu selama di dunia, dan sebagainya.
Kullamaa ruziquu minha min tsamarootin…: Kita banyak mengingat tentang cerita-cerita keadaan surga yang penuh kenikmatan dengan diberi rizki berupa buah-buahan dengan cara beriman dan beramal sholeh selama di dunia.
Qooluu haadza : Kita memperbanyak ingat kegembiraan-kegembiraan ahli surga yang mengatakan,”Rezeki inilah yang kami pernah diberi sebelumnya”.
…mutasyaabbihan : 1. Kita selalu ingat bahwa di surga ada buah-buahan yang bermacam-macam. Sehingga kita banyak menahan keinginan-keinginan terhadap buah-buahan dan tidak kecewa apabila tumbuh-tumbuhan tidak berbuah atau buah-buahan kebun kita dicuri orang. 2. Kita beramal sholeh di dunia maka akan dibalas dengan yang serupa yaitu surga. Misalnya : Kita memberi buah kepada seseorang di dunia, maka akan dibalas di surga.
…azwaajun : Kita taat pada hukum Allah dengan cara menahan asmara, berzina maupun mendekati zina, misalnya : sms-an dan sebagainya, sebab sudah ada kabar gembira bahwa di surga ada pasangan-pasangan hidup yang tiada tara. Untuk yang perempuan tidak perlu protes, karena bisa saja seseorang meminta menjadi laki-laki, dan di surga tidak ada hukum lagi karena boleh berzina dengan siapapun.
Muthohharatun : 1. Kita selalu ingat bahwa di surga adalah kenikmatan yang dikhususkan bagi perorangan atau disucikan dari orang lain. 2. Kita mencari kenikmatan surga dengan meninggalkan maksiat.
..khooliduuna : Kita yakin bahwa surga adalah alam kekal dan penuh kenikmatan bagi orang yang beriman dan beramal sholeh.