AL-BAQARAH [SAPI BETINA]
SURAT KE 2 : 286 ayat
5. Ulaaika ‘alaa hudan min robbihim wa ulaaika humu al muflihuuna.
Mereka itu atas petunjuk dari Tuhan mereka, dan mereka itu, mereka, orang-orang yang beruntung.
Ulaaika : Kita berusaha memenuhi ciri-ciri muttaqiin sehingga termasuk kelompok “mereka itu”. Ciri-ciri muttaqiin yaitu iman yang gaib, mendirikan sholat, menafkahkan sebagian rizki, iman pada kitab serta yakin terhadap akhirat.
‘alaa hudan : Kita berusaha hidup selalu di atas petunjuk dengan cara menjadi muttaqiin. Sebab hanya orang yang bertaqwa yang mendapatkan petunjuk. Nilai petunjuk lebih besar dari pada harga langit dan bumi.
Min robbihim : Kita hanya menggunakan petunjuk yang datangnya dari Allah saja, bukan dari yang lain.
…al muflihuuna : 1. Kita meyakini bahwa orang yang beruntung adalah orang yang mendapatkan petunjuk dari Tuhan mereka, yaitu berupa bimbingan untuk selalu menghamba kepada-Nya, bukanlah orang yang kaya, ganteng, cantik, tinggi pangkatnya dan sebagainya. 2. Kita jadikan predikat muttaqiin sebagai cita-cita atau tujuan hidup di dunia. Sebab muttaqiin adalah orang yang beruntung di dunia yaitu mendapat petunjuk dan di akhirat mendapat surga.
6. Inna al-ladziina kafaruu sawaaun ‘alaihim a andzartahum am lam tundzirhum laa yukminuuna.
Sungguh orang-orang yang mereka kafir, sama atas mereka, apakah kamu peringatkan mereka ataukah kamu tidak peringatkan mereka, mereka tidak beriman.
…al ladziina kafaruu: 1. Kita menghindari sifat kekafiran yaitu menutup diri dari ingat Allah dan akhirat. (Kafir adalah orang yang menutup, contoh : melihat air tidak ingat Allah yang menciptakan). 2. Kita mohon pada Allah agar dihindarkan dari kekafiran, dengan cara selalu ingat Allah kapanpun, dimananpun dan dalam keadaan apapun.
sawaaun ‘alaihim : Kita menghindari menjadi tipe orang yang tidak ada bedanya, apakah diingatkan atau tidak.
a andzartahum : Kita tetap mau mengingatkan orang kafir meskipun tidak ada gunanya. Kita mengingatkan mereka untuk membebaskan kewajiban, karena kewajiban kita hanya mengingatkan saja.
am lam tundzir hum : Kita menghindari putus asa untuk mengingatkan, minimal dua kali.
laa yu’minuuna : Kita hindari sifat orang kafir yaitu tidak beriman meski diingatkan. Sebab bahayanya tidak beriman sangat besar, yaitu berakibat masuk neraka selamanya.
7. Khotama Allohu ‘alaa quluubihim wa’alaa sam’ihim wa’alaa abshoorihim gisyaawatun walahum ‘adzaabun aliimun.
Allah mengunci mati atas hati-hati mereka dan atas pendengaran mereka, dan atas penglihatan mereka (ada) tutup, dan bagi mereka siksa amat besar.
Khotama Allaahu : Kita takut ancaman Allah berupa ditutupnya hati kita. Dengan cara menghindari menutup dari mengingat Allah. Sebab menutup hati dari ingat Allah, maka Allah akan sekalian mengunci mati hati kita, sebagaimana orang munafik yang dikunci mati hatinya sehingga masuk dalam lingkaran setan. Sebaliknya, lingkaran nikmat bagi orangyang bertaqwa yaitu semakin diberi petunjuk.
‘alaa quluubihim : Kita waspadai gerak hati kita karena bagaikan mesin atas perbuatan jasad kita. Jika hati baik, maka amal jasad kita baik dan jika hati kita jelek, maka amal jasad kita jelek.
‘alaa sam’ihim : Kita takut ancaman Allah berupa dikunci mati pendengaran kita dari petunjuk. Kita gunakan pendengarang kita untuk mendapat petunjuk. Misalnya, untuk mendengarkan al Qur’an, pengajian dan sebagainya.
wa ‘alaa abshoorihim : Kita berusaha menghilangkan tutupnya mata hati kita yang menyebabkan tidak bisa melihat Maha Kuasa-Nya Allah yang menghidupkan setelah mati.
….’adzaabun ‘adziimun : 1. Kita takut ancaman Allah untuk orang kafir. 2. Kita banyak ingat siksa neraka amat sangat besar. Sehingga kita berbuat segala sesuatu untuk menghindari neraka.
8. Wa mina an-anaasi man yaquulu aamannaa bil llahi wabi al yaumi al aakhiri wa maa hum bi mukminiina.
Dan dari manusia, (ada) orang yang berkata, kami beriman dengan Allah dan dengan hari akhir, dan tidaklah mereka orang-orang yang beriman.
wa mina an-naasi : 1. Kita benyak memperhatikan macam-macam manusia untuk diambil pelajaran. 2. Kita mohon Allah agar dijadikan termasuk dari sebagian manusia yang baik, bukan yang jelek.
man yaquulu : Kita berhati-hati dalam berbicara dan menghindari berbicara untuk diingkari atau tidak dilaksanakan sebagaimana sifat orang munafik.
aamannaa billaahi : Kita menghindari beriman kepad Allah dan hari akhir hanya diucapan saja. Sebab beriman pada Allah dan hari akhir itu tempatnya di hati dan dalam perbuatan.
wa maa hum bimukminiina : 1. Kita menghindari mengaku menjadi orang yang telah beriman tetapi kita berusaha beriman. Contoh lain : kita menghindari mengaku menjadi orang yang telah khusu’ dalam sholat tetapi kita belajar khusu’. 2. Kita berusaha tidak terlepas dari golongan orang yang beriman.