AL-FATIHAH (PEMBUKAAN)
SURAT KE 1 : 7 ayat
Dengan nama Allah, Selalu Penyayang, Sangat Penyayang.
Bismillaahi : 1. Kita menyebut nama Allah pada setiap perbuatan. Contoh : kita baca basmalah sebelum makan dan minum, dan hamdalah sesudahnya. Kita masuk wc, maka membaca "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan laki-laki dan setan perempuan" dan keluar dari wc kita menyebut "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kotoran dan yang telah menyehatkan saya". Kita bersin maka kita katakan "Alhamdulillah, segala puji bagi Allah". Kita berdoa menyebut nama Allah sebelum tidur,"Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati". Kita baca alhamdulillah setelah bagun. 2. Kita ingat nama Allah dalam keadaan apapun. Misal : Kita lihat air, maka ingat Maha Kuasa-Nya Allah. Kita pandang nasi, maka ingat Maha Sayang-Nya Allah. Kita ingat penciptaan telinga, maka ingat Maha Berkehendak-Nya Allah. Kita ingat penciptaan mata, maka kita ingat Maha teliti-Nya Allah.
Ar-Rohmaani : Menyayangi urusan duniawi. Diberikan kepada semua manusia, baik kafir, munafik dan mukmin. Duniawi yaitu harta, tahta atau sanjungan, kecantikan, asmara sehatnya raga dan keluarga. 1. Kita ingat Allah yang telah memberi nikmat duniawi. 2. Dalam dakwah, kita mendahulukan memberi keuntungan duniawi. Misalnya : sebelum kita mengajak shodaqoh, maka kita shodaqoh terlebih dahulu. Sebelum kita mengajak sholat, kita silaturrahmi dulu.
Ar-Rohiimi : Urusan ukhrowi, yaitu didunia, Allah membimbing untuk menghamba, dan diakhirat Allah memasukkannya kedalam surga. Hal ini khusus yang mukmin saja. 1. Kita mohon dibimbing oleh Allah untuk selalu menghamba. 2. Kita berusaha dan memohon dimudahkan untuk berbuat kebaikan atau keimanandan dipersulit pada kemaksiatan atau kekafiran. 3. Kita mengajak sholat atau lainnya, setelah memberi duniawi.
2. Alhamdulillaahirobbil'aalamiin.
Pujian bagi Allah, Tuhan seluruh alam
Alhamdu : 1. Kita menggunakan hidup untuk memuji Allah, dalam keadaan apapun. 2. Kita memuji Allah untuk nikmat-Nya yang tidak terhitung banyaknya dan untuk ujian-Nya karena ada ampunan dibaliknya. Lillaahi : 1. Hanya pada Allah kita memuji, bukan pada lainnya. Misal : Dagangan kita laku, maka kita memuji Allah yang telah menggerakkan orang untuk membeli dagangan kita, tidak memuji orang yang membeli. Kita merasakan nikmatnya bakso, maka kita memuji Allah yang menciptakan lidah dan menjadikan lidah yang bisa menikmati bakso, bukan memuji enaknya bakso. 2. Kita selalu menyadari bahwa yang berhak dipuji hanya Allah, oleh sebab itu, jika kita dipuji, maka kita limpahkan pujian itu pada Allah.
Robbi al-‘alamiina : 1. Kita perbanyak ingat bahwa Allah yang menciptakan, memelihara, mengatur dan memiliki seluruh alam. 2. Di seluruh alam, kita memuji allah dengan cara memuji-Nya di dunia.
3. Ar-Rohmaani
Selalu Penyayang, Sangat Penyayang.
Ar-Rohmaani : Kita memuji sifat Rohman-Nya Allah yaitu bersifat penyayang atau selalu penyayang urusan duniawi kepada semua makhluk.
Ar-Rohiimi : 1. Kita memuji Maha Rohim-Nya Allah yaitu sangat meyayangi urusan ukhrowi. Jika kita dimudahkan berbuat kebaikan dan dipersulit untuk maksiat atau kekafiran, maka kita puji Maha Rohim-Nya Allah tersebut.
4. Maalikiyaumi ad-diini.
Pemilik Hari Pembalasan
Maaliki : 1. Kita banyak mengingat bahwa Allah pemilik hari akhir. 2. Kita banyak tafakkur untuk membuktikan Maha Kuasanya Allah menghidupkan kembali setelah mati. Misalnya : Nabi Adam dijadikan dari tanah mati dan Ibu Hawa dihidupkan dari tulang mati.
Yaumi ad-diini : 1. Untuk hari pembalasan, kita mengarahkan tujuan hidup di dunia. 2. Kita mempersiapkan untuk menghadapi hari pembalasan yang kekal abadi selama hidup didunia. 3. Kita yakin adanya surga dan neraka, surga sebagai balasan bagi orang yang beriman dan beramal sholeh, dan neraka bagi orang yang ingkar pada Allah dan akhirat. 4. Kita yakini hari akhir adalah hari yang agung. Seharinya sama dengan seribu tahun dunia. Jika kita meniggalkan sholat sehari, maka diancam neraka seribu tahun. Sekali berzina diancam dengan neraka seratus ribu tahun. Menuduh zina tanpa ada empat orang saksi, maka diancam dengan neraka delapan puluh ribu tahun. Pacaran atau bersepi-sepi diancam dengan neraka sepuluh ribu tahun. Mabuk-mabukan, maka diancam neraka empat puluh ribu tahun. Oleh karena itu, kita menghindari sejauh-jauhnya perbuatan tercela tersebut. Jika terlanjur, maka kita mohon ampun.
5. Iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iinu.
Pada Engkau kami menyembah, dan pada Engkau kami minta tolong.
Iyyaaka : Hanya pada Allah kita menghamba, tidak pada yang lain. Kita menghamba Allah baik secara lahir maupun batin selama didunia.
Na’budu : Kita menghamba, yaitu berniat dalam perbuatan hanya untuk Allah. Misalnya : Kita kuliah niat menghamba kepada Allah tidak berniat mencari ijasah, gelar, pekerjaan, dan sebagainya. Sebab niat mencari ijasah, gelar, pekerjaan, berarti menghamba kepadanya bukan kepada Allah.
Wa iyyaaka : Hanya pada Allah kita minta tolong dalam segalanya. Contoh : kita minta tolong kepada Allah agar dijadikan orang yang sabar dan sholat.
Nasta’iinu : kita hidup hanya untuk mohon pertolongan kepada Allah agar selalu dibimbing dan dibina serta dimasukkan surga.
6. Ihdina as-shirootho al mustaqiimi.
Tunjukilah kami jalan yang lurus.
Ihdinaa : 1. Kita berhubungan, berdialog, berdo’a kepada Allah hanya dalam rangka mohon petunjuk. 2. Kita mencontoh ulama’ yang detik demi detiknya selalu mohon petunjuk kepada Allah.
Ash-shirootho al-mustaqiima : Kita menempuh jalan yang baik dan benar meskipun tegak atau mendaki.
7. Shiroothoal-ladziina an’amta ‘alaihim, ghoiri al-maghdluubi ‘alaihim wa la al-dloolliin.
Jalan orang-orang yang telah Engkau nikmatkan atas mereka, selain orang-orang yang dimurkai atas mereka dan tidak orang-orang yang sesat.
….an’amta…: 1. Kita berusaha dan mohon pada Allah dijadikan termasuk golongan orang yang diberi nikmat oleh Allah yaitu para nabi, orang shiddiq atau ahli ilmu dan orang-orang yang banyak beramal sholeh. 2. Kita berguru, meniru dan mengidola pada orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah. 3. Kita mempelajari kisah orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, untuk kita contoh. 4. Kita sadari bahwa kehidupan yang nikmat adalah kehidupan seperti Nabi, orang Shiddiq atau Ulama’, ahli ilmu dan orang yang banyak amal sholeh. Tidak harus pejabat, kaya, cantik atau tampan, dan sebagainya.
Ghoiri al maghdluubi : Kita menghindari termasuk golongan orang-orang yang dimurkai, yaitu buruk lahir yang batinnya pasti buruk. Misalnya : zina, judi, mencuri, dan sebagainya. Termasuk menghindari menjadi golongan mereka adalah menghindari mengidola mereka.
wa laa ad dloolliiina : 1. Kita menghindari menjadi termasuk golongan orang yang sesat yaitu buruk batin. Buruk batin adalah amal baik tapi salah niat. Misalnya : Sholat tapi riya’, zakat tapi sombong, kuliah tapi berpacaran, dan sebagainya. 2. Kita memperbaiki niat tanpa menghilangkan amal baik secara lahir.